Risalah Tauhidi dalam Kaligrafi

Posted in Uncategorized on Oktober 21, 2011 by alexfernandesmen

Risalah Tauhidi dalam Kaligrafi

5 Agustus 2008 in belajar, definisi, kaligrafer, sejarah. Leave a Comment

Dalam buku Ekspresi Seni Kaligrafi karangan Aklaman disebutkan, bahwa perkembangan kaligrafi dalam Islam sejak awal menunjukkan keeratan dengan Alquran. Hal itu mengingat bahwa semangat kaligrafi juga merupakan semangat melestarikan Alquran. Bahkan, Alquran ditulis dengan kaligrafi elok dengan ukiran emas.

Kaligrafi mempunyai makna-makna yang sangat kompleks seperti yang ditunjukkan oleh naskah yang ditulis Attauhidi, seorang penulis besar zaman Abbasiyah.

Nilai-nilai tersebut adalah:
Pertama, kaligrafi dianggap sebagai refleksi kebijaksanaan dan kualitas kesempurnaan manusia. Gaya dalam kaligrafi merupakan citra intelek yang mewujud dalam bentuk. Ini dicatat Attauhidi dalam beberapa pernyataan yang disebutkan pada risalahnya. Misalnya, di sana disebutkan:

Abbas berkata: tulisan tangan adalah lidah tangan. Gaya adalah indahnya intelek. Intelek adalah lidah bagi bagusnya kualitas dan tindakan. Dan bagusnya kualitas dan tindakan adalah kesempurnaan manusia.

Atau misalnya lagi dikatakan,

“Qalam adalah kebijaksanaan yang utama. Tulisan tangan adalah keutamaan qalam. Gagasan adalah karunia yang indah dan intelek, dan eloknya gaya adalah hiasan bagi seluruhnya itu.”

Kedua, kaligrafi juga dianggap sebagai intelek –yang juga disebut beberapa kali– seperti yang disebutkan Hisyam bin Al Ahkam:

Tulisan tangan adalah perhiasan yang ditampakkan oleh tangan dari emas murni intelek. Ia juga adalah kain sutera yang ditenun oleh qalam dengan benang kepiawaian.

Sementara itu, Bisyr ibn Al Mu’tamir berkata:

“Batin adalah tambang, intelek adalah mineral yang mulia, lidah adalah pekerja tambang, qalam adalah tukang emas, dan tulisan tangan adalah benda perhiasan yang telah jadi.”

Ketiga, kaligrafi di pihak lain merupakan perpaduan antara pikiran dan perasaan, kualitas intelek dan intuisi.
Abdul Dulaf Al’Ijli misalnya pernah berkata,

“Qalam adalah tukang emas perkataan. Ia mencairkan dan mengungkap isi hati, dan menampakkan batang-batang bagian tubuh di mana pikiran dan perasaan bermuara.”

An Namari suatu saat berkata,

“Qalam dan hewan-hewan  beban bagi akal, kurir bagi fakultas-fakulas alamiah dan bagian tubuh yang utama di mana pikiran dan perasaan bermuara.”

 

IFTITAH

Posted in Uncategorized on Oktober 21, 2011 by alexfernandesmen

IFTITAH

basmalah sebagai pembukabasmalah sebagai pembuka

Alhamdulillah, agaknya para penggemar kaligrafi di tanah air (Indonesia) sudah mewabah. Ini terbukti dengan sulitnya membuat domain wordpress yang sederhana. Menggunakan domain belajarkaligrafi.wordpress.com rupanya sudah ada yang memakai. kaligrafiislam.wordpress.com pun sudah ada yang menggunakan. Bahkan, untuk domain yang sederhana pun, kaligrafi.wordpress.com, juga sudah ada yang mengapling.

Tak apalah. Dengan domain yang lumayan panjang, akhirnya belajarkaligrafiislam.wordpress.com dibuat, bersaing dengan blog-blog kaligrafi yang lain yang semoga saja –harapan saya– bisa berumur panjang dan selalu update. Meski tidak menggunakan sarana berbayar, harapan saya nantinya bisa semakin berkembang dan memberikan informasi-informasi tentang kaligrafi dan cara menulis arab itu. Syukur-syukur, jika perkembangannya pesat, nanti akan saya usahakan mempunyai hosting sendiri.

Sebenarnya, saya sudah lama memiliki angan-angan sebuah blog lengkap tentang kaligrafi. Namun karena kesibukan sehari-hari di kantor yang tiada habisnya, pembuatan pun selalu tertunda.

Keindahan kaligrafi islam memang tiada tara. Lekuk-lekuknya membuat saya terpesona.

Bagi pembaca yang mempunyai informasi tentang kaligrafi juga diperkenankan untuk sharing di sini. Harapannya, kaligrafi islam semakin digemari. Sehingga, islam –yang akhir-akhir ini tercoreng aksi-aksi kekerasan– bisa tampak indah. Sebagaimana kata hikmah, “Dengan kaligrafi keindahan islam tampak nyata.”


Kaligrafi Menurut Pakar

Posted in Uncategorized on Oktober 21, 2011 by alexfernandesmen

Kaligrafi Menurut Pakar

Al-khath handasatun ruhaniyyah, dzaharat bi aalatin jasmaniyyah

Yaqut Al-Mushta’shimi

Banyak istilah yang menjabarkan tentang kaligrafi. Seperti menurut Yaqut Al-Mushta’shimi, kaligrafer kenamaan periode Turki Utsmani, menyebut bahwa kaligrafi merupakan ilmu hitung ruhaniyah (bersifat ruhani) yang tampak dengan alat jasmani.

Ubaidillah Ibn Abbas menyebut kaligrafi sebagai “lisanul yadd” alias lidahnya tangan. Mengapa disebut lidahnya tangan? Karena dengan kaligrafilah tangan dapat “berbicara”, menyampaikan sebuah ungkapan yang ditulis lewat media.

Dalam kitab Irsyad Al Qoshid, Syaikh Syamsuddin Al Akhfani menyebut: Kaligrafi adalah suatu ilmu yang memperkenalkan bentuk-bentuk huruf tunggal, letak-letaknya, dan cara-cara merangkai menjadi sebuah kalimat tersusun. Atau apa-apa yang ditulis di atas garis-garis, bagaimana cara menulisnya dan menentukan mana yang tidak perlu ditulis; menggubah ejaan yang perlu digubah dan menentukan cara bagaimana untuk menggubahnya.

Rincinya, kaligrafi adalah ilmu yang mempelajari bermacam-macam bentuk huruf tunggal (mufrad) dan tata letaknya serta metode merangkainya menjadi susunan kata atau cara menuliskannya di atas kertas atau media lainnya.

Drs H Didin Sirajuddin A.R., tokoh kaligrafi tanah air, memberi kesimpulan: arti seutuhnya kaligrafi adalah kepandaian menulis elok dalam bahasa arab yang dikenal dengan khat –garis atau tulisan indah.

 

MACAM-MACAM JENIS KALIGRAFI/KHAT

Posted in Uncategorized on Oktober 21, 2011 by alexfernandesmen

MENGENAL KHAT KALIGRAFI ARAB

      Assalaamualaikum, kali ini saya akan posting tentang mengenal khat kaligrafi arab, Apa itu khat …………? Yah ……..sebelumnya saya akan sedikit membahas tentang khat kaligrafi arab dengan bahasa yang sederhana. Khat adalah … bentuk, alur dan model huruf dari sebuah tulisan arab yang dikarang oleh para khathat dari jaman dahulu yang kebanyakan dari timur tengah. Bertujuan untuk mempermudah. memperindah dalam menulis dan membaca huruf arab.

Namun perlu diingat khat ini adalah sekedar seni dari model huruf arab jadi bukan bagian dari agama. Oleh karena itu dalam menulis atau melukis kaligrafi arab tidak wajib harus menggunakan khat yang dikarang atau di buat oleh seniman seniman terdahulu. Yang terpenting dalam menulis dan melukis kaligrafi arab ini adalah tidak merubah makna dari kaidah huruf dan bahasa arab. Jadi anda juga boleh berkreasi dengan huruf-huruf arab tersebut asal jangan sampai merubah makna dan artinya.

Jadi apabila anda ingin membuat atau menulis indah kaligrafi arab dengan mengambil cuplikan dari Al-Qur’an dan Hadist, sebaiknya anda perlu memahami arti dari kalimat yang akan anda tulis dalam kaligrafi arab tersebut sehingga tidak menghilangkan atau menambah hurf yang akan merubah makna dari ayat tersebut. Dengan memahami arti dan makna dari ayat-ayat yang kita tulis, selain akan menghasilkan karya yang indah semoga kita dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari sebagai peningkatan amal dan ibadah kita.

Kembali ke …… mengenal khat kaligrafi arab, Ada bayak macam khat yang telah dibukukan oleh para seniman kaligrafi, dibawah ini saya hanya memberikan beberapa contoh dari khat-khat kaligrafi arab tersebut diantaranya :


KHA KHAOUFI ( khat dari kaligrafi arab jenis ini banyak menggunakan penggaris untuk menulisnya karena sebagian besar hurufnya menggunakan garis lurus ).

 KHAT NASKHI ( khat kaligrafi arab model ini banyak digunakan untuk menulis kitab karena mudah dibaca ).

KHAT RIQ’AH ( sekilas kaligrafi arab dengan khat ini hampir sama dengan khat naskhi, namun bila dicermati ada beberapa perbedaan ).

KHAT RAIHANI ( kaligrafi arab dengan khat ini banyak menambahkan lengkungan pada tiap hurufnya, kha jenis ini banyak digunakan oleh seniman islam di Persia ).

 KHAT DIWANI JALI ( khat ini juga banyak disukai seniman dari persia, bila sudah menjadi kalimat kadang susah untuk membacanya ).

KHAT SULUSTS  (  khat ini banyak digunakan seniman kaligrafi arab dari asia karena hurufnya indah dan tidak terlalu sulit untuk dibaca ).

KHAT FARISI ( diperlukan tangan yang trampil dan tidak kaku karena banyak menarik garis semi lengkung yang panjang ).

KHAT DIWANI ( khat diwani dalam kaligrafi arab jarang digunakan karena bukan hanya kalimat yang susah dipahami hurufnya juga susah di hafal ).

Itulah contoh beberapa khat dalam kaligrafi arab yang bisa kita pelajari, namun bagi anda yang baru belajar sebaiknya menggunakan khat yang mudah dulu seperti khat naskhi, khat riq’ah, dan tsulust sebelum anda berkreasi dengan bentuk yang lain. Saya rasa cukup sekian dulu sahabat sekalian, mohon beribu maaf bila banyak kekurangan dalam postingan saya tentang mengenal khat kaligrafi arab ini. Ws.w.w.b. ……..:))

Sejarah Kaligrafi

Posted in Uncategorized on Oktober 21, 2011 by alexfernandesmen

Sejarah Panjang Seni Kaligrafi Islam

Al-Qur’an selalu memainkan peranan utama dalam perkembangan tulisan Arab. Keperluan untuk merakam al-Qur’an memaksa memperbaharui tulisan mereka dan memperindahnya sehingga ia pantas menjadi wahyu Ilahi.

Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad dalam bahasa Arab dengan perantaraan malaikat Jibril. Baginda menerima wahyu dan menyiarkannya sampai wafat pada tahun 632 M, sesudah itu wahyu tidak turun lagi dan penyebarannya dari orang mukmin yang satu kepada yang lain secara lisan oleh para Huffaz (mereka yang hafal al-Qur’an dan dapat membaca dalam hati).

Pada tahun 633, sejumlah huffaz ini terbunuh dalam peperangan yang timbul setelah wafatnya Nabi. Ini memberikan peringatan kepada kaum Muslimin, khususnya Umar bin Khatab. Umar mendesak Khalifah pertama Abu Bakar supaya mengerjakan penulisan al-Qur’an.

Juru tulis Nabi, Zayd bin Thabit diperintahkan menyusun ian mengumpulkan wahyu ke dalam sebuah kitab, yang kemudian ditetapkan oleh Khalifah ketiga, Usman, pada tahun 651. Penyusunan yang disucikan ini kemudian disalin ke dalam empat atau lima edisi yang serupa dan dikirim ke wilayah-wilayah Islam yang penting untuk digunakan sebagai naskah kitab yang baku.

Abad ke-13, di mana bersama Yaqut, adalah abad kehancuran dan pembangunan kembali di negeri Islam Timur. Penghancuran tu terjadi akibat serbuan Jengis Khan (1155-1227) dan pasukan Mongolnya, dan memuncak dengan ditaklukannya Bagdad oleh putranya Hulagu pada tahun 1258 dan kejatuhan terakhir kekhalifahan Abbasiyyah.

Pembangunan kembali hampir secara langsung oleh pemantapan kekuasaan Mongol, dan putera Hulagu, Abaga (1265-82), adalah penguasa pertama yang memberikan gelas Il- Khan (penguasa Suku) bagi dinasti baru tersebut.

Adalah sangat menakjubkan bahwa Islam mampu, setelah dihancurkan sedemikian rupa, bangkit kembali dan meneruskan vitalitasnya yg tak pernah berkurang. Kurang dari setengah abad setelah kehancuran Bagdad, Islam memperoleh kemenangan atas penakluknya yang kafir, sebab, tidak hanya buyut Hulagu, Ghazan (1295-1305) memeluk Islam, melainkan dia juga yang menjadikan Islam sebagai agama resmi seluruh negeri yang diperintahnya.

Ghazan menjadi seorang Muslim ya terpelajar, teguh dan membaktikan sebagian besar hidupnya demi kebesaran Islam dan kebangkitan kembali kebudayaannya. Dia memberikan dorongan yang amat besar terhadap seni Islam, termasuk kaligrafi dan penyalinan buku!

Tradisi ini dilanjutkan oleh saudara dan penggantinya Uljaytu (1306-16), yang pemerintahannya berlimpah dengan kebesaran seni dan kemajuan sastra. Dia beruntung memiliki menteri dua tokoh yang berpikiran terang, Rashid al-Din dan Sa’d al-Din, yang mendorong dia melindungi kaum terpelajar, para seniman dan ahli kaligrafi.

Di bawah kekuasaannya, seni kaligrafi dan penerangan Il-Khanid mencapai puncaknya, sebagaimana dapat dilihat dari salinan al-Quran yang sangat indah dalam tulisan Rayhani yang ditulis atas perintah Ulyaytu dan disalin serta diperterang pada tahun 1313 oleh Abd Allah ibn Muhammad al-Hamadani.

Pendekar kaligrafi yang lain pada masa awal dinasti Il-Khan, yang dibimbing oleh Yaqut, adalah Ahmad al-Suhrawardi, yang meninggalkan untuk kita salinan al-Qur’an dalam tulisan Muhaqqaq tahun 1304. Yaqut menarik perhatian sejumlah besar muridnya, tidak hanya karena berusah me

KALIGRAFI

Posted in Uncategorized on Oktober 1, 2011 by alexfernandesmen

Pengertian Khat

PENGERTIAN KHAT
Dari segi bahasa : Memindahkan idea-idea dari alam pemikiran, kekuatan imaginasi kepada alam nyata atau metarial seperti kertas,kulit ,batu dan sebagainya melalui hasil kerja pena dan tangan sesetengah ahi bahasa menyamakan makna khat dengan tulisan simbolik nombor kaligrafi dan hireografi.
Dari segi istilah : Mengambarkan lafaz-lafaz dan ibarat dalam bentuk huruf-huruf alfobel ( huruf-huruf ejaan ) dan abjad mengikut hukum – hukum tertentu seperti seni tataletak , aturhuruf, reka bentuk, tanda bernoktah, penyusunan dan sebagainya ( mengikut takrif pengarang Jam’ul Jawaami )
Sifat semulajadi Khat.
Sifat semulajadi yang tersembunyi disebalik seni khat boleh dibahagikan kepada tiga bahagian
Khat dari perpektif ilmu : Khat mempunyai asal -usul yang tetap dan kaedahnya mantap lagi tersendiri seperti mana yang telah direkaciptakan oleh orang -orang terdahulu sebelum ini. Mereka merupakan Pelopor kaedah- kaedah tersebut sebagai usaha petunjuk dan pemudah cara kepada generasi yang akan datang. Bagi menguasai dunia seni khat, seseorang itu hendaklah benar-benar mahir dan biasa dengan kaedah tersebut .
Khat dari sudut kesenian : Secara amnya ,dapatlah digambarkan bahawa ia mempunayi keindahan semulajadi ,Ia akan terhasil daripada kematangan pemikiran penulis didalam mengimaginasikan dan sekaligus menterjemahkan didalam bentuk tulisan sehingga mampu melahirkan rumpun kalimah yang begitu indah dan abstrak. Setiap penulisan mempunyai keunikan semulajadi tersendiri mengikut luahan rasa jiwa masing-masing Keindahan ini tidak akan berhasil tanpa Adanya latihan yang berterusan dan berpanjangan.
Khat dari sudut falsafah : Setiap jenis khat mempunyai falsafah yang tersendiri contoh :

1) Khat Kufi : Khat ini telah muncul sejak zaman jahilliyan lagi dan bercirikan bentuk tulisan tegak dan berpetak ia amat sesuai dengan jiwa dan sifat mereka yang semulajadi sukakan kekasaran dan kekerasan .
2) Khat ThuluthIa muncul pada zaman kerajaan Abbasiyah .Pada zaman ini telah berlaku perubaha yang begitu pesat dalam dunia senireka huruf dan lakaran hiasqan corak Ini bersesuaian dengan masyarakatnya yang cintakan ilmu pengetahuan .